Puisi

Disini,
aku sendiri,
menatap raksasa langit,
turun dari tahtanya..
Membuatku silau akan kekalahannya…
 
Disini,
aku sendiri,
menanti nasib berjalan,
berharap waktu berhenti tuk’
menatapku..
 
Disini,
aku sendiri,
menatap kunang-kunang langit,
bangun dari tidurnya..
menerangi gelapnya jiwaku..
 
Gelap
Gelap dan kelam..
 
Disini,
aku sendiri, menanti kedatanganya,
ya..menanti kedatanganya..
Malaikat yang menghunus jiwaku..
 
Jiwaku yang gelap..
Jiwaku yang kelam..
 
Ya..Dia yang menghunus jiwaku
yang mencuri cintaku..
Ya..Dia..
 
Dia mencuri cintaku,
membawanya lari ke ujung langit,
Sekarang dia lenyap,
Lenyap ditelan gelap..
 
Disini,
aku sendiri..
Menanti kau malaikatku..
Menanti..
Sedih..Merana..Sunyi..
 
Disini,
aku sendiri,
menanti kau membawa cintaku
ya..cintaku..
cintaku yang kau bawa lari..
 
Disini,
aku sendiri,
menanti, bersama kita merajut nasib.
membuat waktu menangis..
membuat langit tertawa (berseri)..
 
Hanya kau yang menanti..
Kau..
Malaikatku..
Cintaku..
Iklan

2 respons untuk ‘Puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s