Jatuh dan Senja

Rasanya seperti terjun tanpa parasut di tengah langit senja.
Tahu itu bakal menyakitkan tapi masih bisa tersenyum dan menikmati warna langit.
Tahu itu bakal membuat berdarah tapi mengerti pasti nanti akan sembuh.
Tetap dengan senyum indah tersunggingkan bagi langit senja.

Langit senja hari itu terlihat beda, masih tetap dengan warna orangenya yang mencolok.
Jatuh ke bawah tanpa pelindung, dibiarkan jatuh tanpa bayang bias.
Hari itu cuma ada jatuh dan senja.

Berharap ada penolong, paling tidak rumput hijau yang melembutkan jatuhku, yang memberi warna baru selain merah dan memberi wangi berbeda selain amis darah.

Jatuhnya tidak sakit, mungkin karena langit senja di atas memberi satu kesempatan terakhir menjadi alasan untuk tersenyum.

Adakah langit senja yang lain, paling tidak membuat aku tetap berdiri bukan jatuh dan berdarah?
Lalu, kenapa sakit?
Setiap langit senja memilih caranya sendiri, aku percaya.

Tapi sungguh, ini sakit dan aku takut darah..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s