Drafting Ends

Tidak lagi sekedar menjadi draft karena takut dibaca atau terbaca tapi memang seharusnya tidak usah ditulis dan ditinggalkan saja. Mari kita anggap yang kemarin itu angin lalu yang awalnya sepoi-sepoi tapi sebenarnya menggoyahkan akarku yang rapuh.

“Semuanya sudah selesai?” Tanya Loki

“Sudah hehehe.” Balasku  sambil tertawa.

“Yakin?”

“Yakin ko, Lok. No more drafting because I’m moving.” Jawabku sambil melipat tangan di dada layaknya bos.

“Idih, cool! Ini baru Moza yang aku kenal, yang yakin sama pilihannya dan teguh sama pendiriannya.” Ujar Loki sambil memukul pelan kepalaku.

“Ya begitulah, Lok. Yang kemarin memang menyakitkan tapi aku hargai semua pilihan yang ada. Tapi, yang lebih penting kan, aku harus menghormati perasaan aku sendiri.” Balasku sambil tersenyum kecil.

“Oke oke. Sekarang sikap sok bijakmu mulai keluar lagi ini. Jujur, aku sedikit merindukan kamu yang begini, Za.”

“Masa sih? Cieee, kangen ya sama aku? Hahaha.” Ujarku  sambil menyubit pinggang Loki.

“Sudah ah! Ayo, makan es krim. Aku yang traktir, mau?”

“Mauuuu!” teriakku sambil merangkul bahu Loki.

It’s really over. I have said before that once I care, I will care with my whole heart but it seems you didn’t need me at all so I leave first babe. I’m no longer drafting because this is the ending and I will find my true color from another person. Good luck ❤ujarku dalam hati. Sejenak aku mungkin melihat ke belakang tapi aku kembali melanjutkan ke depan dengan mantab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s