April Punya Cerita (1)

Oke, ini pertama kalinya gue memulai karir menulis di blog via handphone. Agak aneh memang dan perlu adaptasi lebih lama sih. Sip.

Apa kabar masyarakat digital yang kehadirannya gak bikin gatal? Yang gatal hatinya karena perhatiannya gak direken-reken, yaudahlah ya rek. Kalian pasti juga pernah engga nge-reken perhatian orang lain kan? Oke fine, hati gue mulai gatal juga kalo omongin kayak gini-ginian.

Langsung aja kali ya, seperti yang pernah gue janjikan dibulan lalu, kalo gue bakal terus updatting kehidupan gue selanjutnya setelah mengalami ‘sesuatu’. Jadi, gue sekarang sedang sibuk-sibuknya mengemban amanah dari orang-orang, yang semoga dalam keadaan sadar, memilih gue menjadi ketua pelaksana ESC (English Student Competition) 2014. ESC itu adalah kegiatan tahunan dari ESA (English Student Association) FIB UB. Kegiatannya itu seputar lomba bahasa Inggris macam debate, speech, story-telling dan sekarang nambah satu lagi, short movie.

Detail acaranya itu officially akan dipost di blog ESC ya hehehe. Dan sekarang gue cuma ingin sedikit memberitahukan apa yang gue rasa saat mendapat sms pemberitahuan dari Mas Briza saat gue dipilih jadi kapel.

Gue masih ingat. Saat itu gue baru pulang dari kost Lia dkk. habis belajar Syntax (jangan tanya ini apa, please.)sama Bu Santy. Jujur, dari awal gue udah feeling ga enak pas di kost Lia. Karena hape gue tinggal di kost dalam keadaan mati, gue ga bisa baca sms itu pas di kost Lia. Pas gue balik ke kost gue, hati gue udah bilang, “Buka hape, Fan. Siapa tahu ada pengumuman.” Alhasil, gue langsung nyalain hape dan sms berjibun masuk. Gue teriak dalam hati, please jangan gue yang jadi kapelnya.

FYI, sebelum pengumuman itu datang, gue udah berdoa ke Tuhan supaya jangan gue yang kepilih. Berkali-kali gue berdoa seperti itu lho! Gue berpikir saat itu, gue belum siap buat jadi pemimpin sebuah kepanitiaan yang besar, jadi ‘ibu’ buat staff-staff gue yang taking care mereka, jadi ‘bos’ yang memantau kinerja mereka, jadi ‘nahkoda’ yang menyupiri acara ini kemana. Gue belum siap dengan masa depan yang kayak gitu.

Balik ke sms itu. Isinya kurang lebih berisi gue terpilih karena berbagai alasan yang gue malu nge-floorinnya hehehe. Intinya, gue kepilih lah.

Saat gue membaca sms itu, gue gemetaran. Beneran. Terus gue teriak-teriak di kamar sambil ngacak-ngacak rambut gue. Pikiran gue kosong saat itu. Cuma bisa angguk-anggukin kepala gue kayak penonton konser metal. Ini juga beneran.

Lalu, gue sms-in sahabat-sahabat gue, Lia, Viki, Murti, Sarah sama Fira. Gue sms kalo gue kepilih jadi kapel dan takut. Dan, as always, mereka kasih ucapan selamat dan kasih semangat supaya jangan takut. Puji Tuhan, gue bisa punya sahabat-sahabat kayak mereka. Lalu, gue juga sms bokap sama nyokap, minta dukungan doa dari mereka. Dan mereka selalu kasih yang terbaik. Puji Tuhan :)))

Saat itu, gemetaran gue ga hilang sampe gue mau beranjak tidur. Tiba-tiba kekhawatiran banyak terlintas di pikiran gue. Gue sawan (kalo kata Murti). Anda tahu efek dari kekhawatiran berlebihan? Me. Riang. Gue meriang menuju demam karena pikiran gue dipenuhi sama hal-hal yang bikin khawatir. Sampai besoknya. Itu HUFT banget. Tapi karena gue percaya makan banyak selalu membantu memulihkan gue saat sakit, makan gue pun makin liar.

Seiring pengumuman itu, pendaftaran panitiapun sudah dibuka. Gue menunggu kabar dengan siapa nanti gue akan bekerja sama. Kira-kira selang 1 minggu, gue mulai kerja buat ngebantu PJ ESC saat itu, Difra dan Fili. Tapi, sesungguhnya, gue baru benar-benar bekerja saat penyaringan staff dengan Dewan Selektor. Hari itu sungguh hectic. Pemilihan CO, Vice dan staff-staff setiap divisi benar-benar WOW. Gue ga habis pikir, sebegitu ribetnya membentuk kepanitiaan.

Tapi, dari awal gue mendaftarkan diri jadi kapel, wawancara dengan sesepuh ESA, sampai pengumuman dan yang terakhir, memilih panitia-panitianya siapa aja. Gue bersyukur karena Tuhan selalu membantu gue. Cuma gue pribadi yang bisa ngerasain bantuan Dia.

Karena gue khawatir dan takut gagal, gue semakin berserah aja. Gue cuma bisa berdoa untuk diberi hikmat untuk memimpin dan membiarkan diri gue dipimpin Tuhan. In a word, I am nothing but I have Jesus that is everything.

God bless #ESC2014! Amen.

P.S : cerita ini masih berlanjut sob. Tangan gue kesemutan ngetik dari hape hehehe. Ciao!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s