Unreachable

Dalam sebuh percakapan, ada rasa yang tertumpah di atas satu meja makan. Kemudian kita mulai jatuh cinta (entah dengan percakapannya atau dengan pendengarnya).

Dalam sebuah masalah, ada dukungan yang merangkul bahu kita. Kemudian, kita merasa dilindungi dari belakang. Kita pun semakin jatuh lebih dalam lagi (bisa dengan dukungannnya atau dengan perangkulnya).

Atau juga lewat secangkir kopi Americano, keraguan yang tadinya menyayukan malah mencuat keluar dari 2 mata dan mencelikkan keraguan yang nyatanya palsu. Lalu kita sadar, kalau kita jatuh cinta dalam kesadaran. (ketidak jatuh cintaan itu yang bikin tidak sadar).

Bukankah jatuh cinta itu bagai udara yang kita hirup dan kita hembuskan kembali? Ada dimanapun, untuk siapapun dan kapanpun. Ada yang menerima cinta itu tapi juga ada yang menghempaskannya jauh karena sudah tidak butuh (sungguh primitif).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s