Kamu Receh dan Aku Suka

steve-johnson-628975-unsplash

Kurang lebih begitulah kesimpulan dari setiap orang yang membalas kerecehan gue di Snapgram. Iya, gue suka repost kerecehan yang gue temui di Twitter untuk menghibur khalayak Instagram atau sekedar memberi kisi-kisi kayak apa si kehidupan di Twitter.

Puji Tuhan, dengan hitsnya kerecehan gue di Snapgram, gue berhasil merekrut beberapa orang untuk menjadi murid kerecehan gue. Walau tidak jarang kerecehan yang gue repost berhasil menambah dosa seseorang dengan mengeluarkan kata-kata kotor dari mulut mereka. Hehe.

Sayangnya, gue bukan pelawak. Gue dengan bangga memanggil diri gue: kurator joke receh Twitter. Dengan kata lain, gue hanyalah seorang yang suka dengan Twitter dan joke-joke recehnya lalu menjadikannya sebagai alat tertawa bersama anak Instagram yang visual abyis dan selalu bahagia itu. Buat gue, pekerjaan ini adalah pekerjaan mulia yang mampu menghibur konco Instagram yang lelah dengan pekerjaan, skripsi atau romansa percintaan yang gagal. Oh Netijen Oh Netijen.

Kerecehan yang berhasil gue kurasi sekaligus menuai pujian dan kerecehan lainnya ini membuat gue tertarik melempar suatu topik lewat tulisan ini, yaitu

“Kenapa sih orang suka joke receh tapi ada juga yang tidak mengerti joke receh tersebut?”

Gue rasa jawaban simplenya adalah tidak semua orang sama dengan cara berpikir kita. Wetsah. Jawabannya menjurus semi filsafat nih padahal mah enggak. Buat gue, joke receh mudah dimengerti karena ada orang yang vibes-nya sejalan dengan joke receh tsb. Kalau ada orang yang tidak mengerti joke receh ya alasan sederhananya karena vibes-nya beda bosq. Yang tidak sejalan ga usah dipaksa deh! Tuh kan baper…..

Sama dengan topik pembicaraan lainnya. Ada yang mudeng saat membicarakan politik Indonesia tapi ada juga yang lebih suka menggosipkan pertikaian antara Lucinta Luna dan mantan temannya, Melly Bradley. Btw, kalian update gossip mereka dari mana gengs? Lambe Turah atau Lambe Lamis? Lah…..Napa gue hapal akun gossip gini? Okay, skip!

Nah, dengan varian radar penangkapan masing-masing orang, kita seharusnya juga semakin variatif dalam berteman bukan? Misalnya, kalau gue mau ngobrolin tentang film, filsafat atau sastra, gue punya beberapa teman yang bisa diajak diskusi. Lain hal lagi saat gue butuh informasi soal komputer dan perintilannya, gue akan bertanya dengan teman gue yang lain. Kalau soal cinta dan kegagalannya, orang-orang yang datang ke gue. Iya, gue tempat curhat semua orang, guys. He he he.

Syukurnya, dengan varian topik pembicaraan dan teman diskusi yang berbeda-beda, gue semakin sadar kalau manusia perlu menjadi fleksibel untuk mengerti topik pembicaraan yang berbeda-beda. Dengan menjadi fleksibel, kita bisa masuk ke circle yang berbeda-beda.

Sama halnya dengan joke receh yang kadang sulit dimengerti oleh beberapa orang. Mungkin itu terjadi karena orang-orang tersebut kurang fleksibel alias kaku. Well, indikator kenyamanan orang untuk berubah menjadi lebih fleksibel memang beda-beda guys. Makanya anak Twitter suka bilang, “Lemesin say……” Apakah dengan ngereceh artinya gue ga tegang alias lemes? Hahaha. I have no idea!

Selain itu, menurut gue, ngereceh sangat membantu gue untuk lebih berpikir sederhana. Contoh joke receh nan sederhana bisa dilihat dibawah ya

receh

Lihat lah betapa sederhananya Mbak Rara mengeluarkan joke ini dan berhasil mendapatkan RT dan likes yang lumayan banyak. Bukankah itu berarti banyak yang merasa engaged dengan joke sederhana dari Mbak Rara? Dengan kata lain, buat para pelaku RT dan likes, tweet Mbak Rara diatas membuat pembaca tertawa. Logikanya, orang utan tidak bisa naik haji tapi karena Mbak Rara mempertanyakan kebenaran ejaan ‘orang utan’, menambahkan inisial ‘H’ bisa menaikkan derajat orang utan dengan menyematkan gelar Haji didepan namanya, “H. Orang utan.”

Buat gue, ngereceh itu memiliki jutaan manfaat yang gue rangkum dalam 2 kata: bikin sehat.

Sehat karena sebagai creator, otak dipaksa kreatif untuk membuat joke-joke receh.
Sehat karena otak kita sebagai pembaca dipaksa berpikir sederhana untuk mengerti joke-joke receh tsb.
Sehat karena kalian dipaksa bertanya ke teman kalian arti dari joke receh tersebut kalau kalian engga ngerti. Alhasil, yang biasanya stuck sama gadget masing-masing, ada pembicaraan yang terbangun. Sehat bukan?

Ehe.

Selain itu, bukankah dengan mereceh, kita yang terbiasa dengan hal-hal serius, yang lelah dengan pekerjaan dan berbagai macam permasalahan orang dewasa lainnya, menjadi lebih santai untuk melanjutkan hidup? Dengan tertawa, kita merilis negative vibes dari diri kita dan membiarkan tubuh tertawa. Voila! Positive vibes appear.

Dan bukankah joke receh adalah alat untuk menyalurkan ide, kritikkan, atau saran terhadap issue-issue yang ada?
Karena basically, joke receh adalah hasil pemikiran manusia dengan tujuan membuat bahagia siapapun yang membacanya. So, be silly and laugh!

tyler-nix-565060-unsplash.jpg

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s